21 December 2013

Selamat Hari Ibu

  No comments
Selamat Hari Ibu.
Terima kasih untuk perjuangan Engkau kepada kami, anak - anakmu.
Maafkan kami yang sampai saat ini masih belum bisa membalas jasa - jasamu.

Mother's Day Cards

Sampai kapanpun juga, pengorbanan yang engkau berikan kepada kami tak kan pernah cukup terganti.
Ibu, maafkan anakmu bila selama ini masih belum bisa membuatmu tersenyum setiap hari.
Maafkan kami, membuatmu khawatir dengan keadaan kami yang belum sesuai dengan harapan - harapanmu.

Ibu, ketika aku pergi jauh, yang ku ingat adalah aku merindukan hangatnya kasih sayang dan perhatianmu.
Ibu, engkau yang menguatkanku ketika aku jatuh.
Engkau yang selalu mendoakanku tanpa henti saat yang lain meninggalkanku.
Dan engkau pula yang selalu ada, saat orang lain yang ku percaya pergi.

Ibu,
Bila aku mulai merasa kesepian dan berpikir tak ada satu orangpun yang ada di dekatku,
Dan tak ada satu orang pun di dunia ini yang mau mengerti tentangku.
Ketika cinta dan kasih sayang dari seseorang yang ku percaya pergi berlalu.
Dan ketika aku membenci hidupku.
Aku tutup mataku dan terbayanglah wajahmu.
Wajah seorang Ibu yang selalu ada mencintai dan menyemangatiku lebih dari orang lain di dunia ini.

Ibu,
Engkaulah bintang, pembimbing jalan di saat anakmu mulai kehilangan arah.
Engkaulah Ibu yang terhebat dengan peranmu yang luar biasa.
Aku mencintaimu Ibu.
Selamat Hari Ibu.

Cinta yang begitu Indah dan luar biasa.
Menyemangatiku dengan keindahan tutur kata dan nasehat luar biasa.
Dia adalah orang yang memiliki cinta sejati.
Terima kasih Ibu untuk segalanya.

Untuk ibu terbaik yang memiliki senyum luar biasa.
Engkau telah melihatku tertawa.
Dan, engkau telah melihatku menangis dan selalu ada engkau dimanapun di hidupku.
Aku mungkin tidak dapat berkata sesuatu kecuali terima kasih untuk pengabdian,
kasih sayang dan cinta tulusmu.



Ibu, aku mencintaimu.
Menyayangimu seumur hidupku
Selamat Hari Ibu.
Banyak pelukan, senyum hangat, nasehat baik, yang telah engkau berikan.
Dan karena itu.
Aku ingin menjaganya tetap ada di hatiku kelak.
Saat aku masih bersamamu atau ketika aku pergi jauh dari dekatmu.

Ibu,
Aku ingin mengambil satu kesempatan di hari ini, untuk mengucapkan terima kasih.
Atas semua yang telah kau lakukan untuk hidupku.
Terima kasih Ibu, senyum sayang dan peluk dari anakmu.

10 December 2013

Belajar Menerima dan Menghormati Keputusan serta Konsekuensinya

Belajar menerima keadaan, menghormati setiap keputusan dari orang lain yang berlaku untuk diri kita bukan persoalan gampang dan mudah, terlebih lagi bila persoalan tersebut bisa membuat perasaan tersakiti. Sama halnya ketika keputusan dan tindakan yang kita buat juga bisa berlaku persis untuk orang lain. Sama - sama memiliki konsekuensi dari setiap tindakan tadi. Hanya cara kita memandang dan menerima persoalan tersebut yang membedakannya.

Mungkin saja beberapa bulan belakangan ini caraku menerima konsekuensi dari keputusan yang dia buat sedikit berbeda dan konyol untuk ku ingat. Bagaimana mungkin, seseorang yang berego besar dan cuek bisa lemah dengan keputusan seseorang yang memilih untuk pergi, meninggalkanmu jauh dengan angan - angan dan cita - cita kami sebelumnya untuk bisa hidup bersama. Dan dia lebih memilih untuk bersama orang lain? Mengingkari semua ucapan dan janji - janji yang pernah dia sampaikan? Kalimat ini yang cocok "Keterlaluan, mengesalkan" tapi itulah kenyataan dan tak ada cara yang lain selain menerimanya!

Bagaimana mungkin aku masih bisa menganggap bahwa dia masih orang yang sama, orang baik, lugu dan ucapannya bisa dipercaya. Setelah apa yang sebelumnya terjadi? ku rasa seharusnya tidak!!! Lalu, kenapa masih saja anggapanku tentang dia tidak berubah. Orang baik? Hmmm, mungkin karena aku masih percaya bahwa orang yang berilmu agama baik, pintar dan rajin ibadahnya, orang - orang seperti itu bisa dipercaya ucapannya sepenuhnya dan tak perlu diragukan kebenarannya. Namun, bisa saja yang dilihat dan dipercaya tidak sama dengan keadaan yang ada. Untuk melihat yang tampak itu hal yang mudah, namun untuk melihat dan membaca isi hati seseorang bukanlah hal yang gampang. Orang, bisa saja berilmu dan beragama tinggi dan baik, mungkin dia tulus dalam beribadah kepada Tuhan, namun apakah dia bisa tulus juga kepada semua manusia? Biarkan saja lah, lagipula diri ini juga pasti bersalah dan terlibat dengan keadaan yang terjadi saat ini, tidak semua kesalahan bisa ditimpakan kepada satu orang.

Banyak kesenangan dan kebaikan yang dia berikan kepadaku saat kami masih bersama namun ada beberapa hal juga yang dia sisakan untukku saat dia memilih untuk pergi dan itu menyebalkan dan menyakitkan. Tak hanya untuk diriku namun bagi keluargaku juga. Namun lebih baik mengingat kebaikan daripada mengingat keburukan yang dia tinggalkan. Bisa jadi apa yang menurutku buruk namun itu ternyata kebaikan dan kemuliaan yang diberikan Tuhan kepadaku, bisa juga kan? sekarang, untuk saat ini dan kedepannya, aku hanya ingin tangan - tangan Tuhan yang bekerja untukku, selalu berdoa, berusaha dan berharap takdir yang dituliskan Tuhan adalah yang terbaik untukku dan keluargaku.

Teringat kata seseorang yang bilang "Jangan berkata negatif tentang orang yang pernah berjasa dalam hidup anda, seburuk apapun dia sekarang" Dan bila hal itu bisa berlaku dan berhasil untuk orang lain mungkin hal itu bisa juga berlaku dan berhasil untuk diriku saat ini.

Lalu kenapa tidak untuk belajar menerima dan menghormati keputusan serta konsekuensinya seberat apapun itu ?!!!