Belajar Menerima dan Menghormati Keputusan serta Konsekuensinya
Belajar menerima keadaan, menghormati setiap keputusan dari orang lain yang berlaku untuk diri kita bukan persoalan gampang dan mudah, terlebih lagi bila persoalan tersebut bisa membuat perasaan tersakiti. Sama halnya ketika keputusan dan tindakan yang kita buat juga bisa berlaku persis untuk orang lain. Sama - sama memiliki konsekuensi dari setiap tindakan tadi. Hanya cara kita memandang dan menerima persoalan tersebut yang membedakannya.
Mungkin saja beberapa bulan belakangan ini caraku menerima konsekuensi dari keputusan yang dia buat sedikit berbeda dan konyol untuk ku ingat. Bagaimana mungkin, seseorang yang berego besar dan cuek bisa lemah dengan keputusan seseorang yang memilih untuk pergi, meninggalkanmu jauh dengan angan - angan dan cita - cita kami sebelumnya untuk bisa hidup bersama. Dan dia lebih memilih untuk bersama orang lain? Mengingkari semua ucapan dan janji - janji yang pernah dia sampaikan? Kalimat ini yang cocok "Keterlaluan, mengesalkan" tapi itulah kenyataan dan tak ada cara yang lain selain menerimanya!
Bagaimana mungkin aku masih bisa menganggap bahwa dia masih orang yang sama, orang baik, lugu dan ucapannya bisa dipercaya. Setelah apa yang sebelumnya terjadi? ku rasa seharusnya tidak!!! Lalu, kenapa masih saja anggapanku tentang dia tidak berubah. Orang baik? Hmmm, mungkin karena aku masih percaya bahwa orang yang berilmu agama baik, pintar dan rajin ibadahnya, orang - orang seperti itu bisa dipercaya ucapannya sepenuhnya dan tak perlu diragukan kebenarannya. Namun, bisa saja yang dilihat dan dipercaya tidak sama dengan keadaan yang ada. Untuk melihat yang tampak itu hal yang mudah, namun untuk melihat dan membaca isi hati seseorang bukanlah hal yang gampang. Orang, bisa saja berilmu dan beragama tinggi dan baik, mungkin dia tulus dalam beribadah kepada Tuhan, namun apakah dia bisa tulus juga kepada semua manusia? Biarkan saja lah, lagipula diri ini juga pasti bersalah dan terlibat dengan keadaan yang terjadi saat ini, tidak semua kesalahan bisa ditimpakan kepada satu orang.
Banyak kesenangan dan kebaikan yang dia berikan kepadaku saat kami masih bersama namun ada beberapa hal juga yang dia sisakan untukku saat dia memilih untuk pergi dan itu menyebalkan dan menyakitkan. Tak hanya untuk diriku namun bagi keluargaku juga. Namun lebih baik mengingat kebaikan daripada mengingat keburukan yang dia tinggalkan. Bisa jadi apa yang menurutku buruk namun itu ternyata kebaikan dan kemuliaan yang diberikan Tuhan kepadaku, bisa juga kan? sekarang, untuk saat ini dan kedepannya, aku hanya ingin tangan - tangan Tuhan yang bekerja untukku, selalu berdoa, berusaha dan berharap takdir yang dituliskan Tuhan adalah yang terbaik untukku dan keluargaku.
Teringat kata seseorang yang bilang "Jangan berkata negatif tentang orang yang pernah berjasa dalam hidup anda, seburuk apapun dia sekarang" Dan bila hal itu bisa berlaku dan berhasil untuk orang lain mungkin hal itu bisa juga berlaku dan berhasil untuk diriku saat ini.
Lalu kenapa tidak untuk belajar menerima dan menghormati keputusan serta konsekuensinya seberat apapun itu ?!!!
Lalu kenapa tidak untuk belajar menerima dan menghormati keputusan serta konsekuensinya seberat apapun itu ?!!!